Sunday, 17 June 2012
Rasulullah SAW dan 8 Dirham
Suatu hari Rasulullah SAW bermaksud belanja. Dengan bekal wang 8 dirham, beliau
hendak membeli pakaian dan peralatan rumah tangga. Belum juga sampai di pasar,
beliau mendapati seorang wanita yang sedang menangis. Beliau sempatkan bertanya
kenapa menangis. Apakah sedang ditimpa musibah ? Perempuan itu menyampaikan
bahwa ia adalah seorang budak yang sedang kehilangan uang sebesar 2 dirham. Ia
menangis sangat takut didera oleh majikannya. Dua dirham dikeluarkan dari saku
Rasulullah untuk menghibur perempuan malang tersebut. Kini tinggal 6 dirham.
Beliau bergegas membeli gamis. Akan tetapi baru beberapa langkah dari pasar,
seorang tua lagi miskin setengah teriak berkata, "Barang siapa yang
memberiku pakaian, Allah akan mendandaninya kelak." Rasulullah memeriksa laki-laki
tersebut. Pakaiannya lusuh, tak sesuai lagi dipakai. Gamis yang baru dibelinya dilepas
dan diberikan dengan sukarela kepadanya. Beliau tak jadi memakai baju baru.
Dengan langkah ringan beliau hendak segera pulang. Akan tetapi lagi-lagi
beliau harus bersabar. Kali ini beliau menjumpai perempuan yang diberi dua
dirham tersebut mengadukan persoalan, bahwa ia takut pulang. Ia khuatir akan
dihukum oleh majikannya karena terlambat. Sebagai budak saat itu nilainya tidak
lebih dari seekor binatang. Hukuman fizik sudah sangat lazim diterima.
Rasulullah diutus di dunia untuk mengadakan pembelaan terhadap rakyat jelata.
Dengan senang hati beliau antarkan perempuan tersebut ke rumah majikannya.
Sesampainya di rumah, beliau ucapkan salam. Sekali, dua kali belum ada jawaban.
Baru salam yang ketiga dijawab oleh penghuni rumah. Nampaknya semua penghuni
rumah tersebut adalah perempuan. Ketika ditanya kenapa salam beliau tidak
dijawab, pemilik rumah itu mengatakan sengaja melakukannya dengan maksud
didoakan Rasulullah dengan salam tiga kali. Selanjutnya Rasulullah menyampaikan
maksud kedatangannya. Beliau mengantar perempuan yang menjadi budak tersebut
karena takut mendapat hukuman. Rasulullah kemudian menyampaikan, "Jika
perempuan budak ini salah dan perlu dihukum, biarlah aku yang menerima
hukumannya." Mendengar ucapan Rasulullah in penghuni rumah terkesima.
Mereka merasa mendapat pelajaran yang sangat berharga dari baginda Rasulullah.
Karena secara refleks mereka menyampaikan, "Budak belian ini merdeka
karena Allah." Betapa bahagianya Rasulullah mendengar pernyataan itu.
Beliau sangat bersyukur dengan wang 8 dirham mendapat keuntungan ribuan dirham,
yakni harga budak itu sendiri. Beliau berkata, "Tiadalah aku melihat
delapan dirham demikian besar berkatnya dari pada delapan dirham yang ini.
Allah telah memberi ketenteraman bagi orang yang ketakutan, memberi pakaian
orang yang telanjang, dan membebaskan seorang budak belian."
Akhirnya, rahmat dan kasih sayang, bantuan dan pertolongan kepada
masyarakat bawah akan mendatangkan kesejahteraan dan kemajuan. Allah berfirman
dalam sebuah hadits Qudsyi. "Bahwanya Allah menolong hanba-Nya, selama ia
menolong saudaranya."
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


































