Sunday, 17 June 2012
Rasulullah SAW dan Arab Badwi
Di waktu Rasulullah SAW. sedang asyik bertawaf di Ka'bah, beliau mendengar
seorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: 'Ya Karim! Ya Karim!'
Rasulullah s.a.w menirunya membaca 'Ya Karim! Ya Karim!' Orang itu lalu
berhenti di salah satu sudut Ka'bah, dan berzikir lagi: 'Ya Karim! Ya Karim!'
Rasulullah SAW yang berada di belakangnya mengikuti zikirnya Ya Karim! Ya Karim!.
Berasa diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan dilihat olehnya
seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang
itu lalu berkata: 'Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja
memperolok-olokan ku, kerana aku ini adalah orang Arab Badwi? Kalaulah bukan karena
ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku,
Muhammad Rasulullah.' Mendengar bicara orang Badwi itu, Rasulullah SAW tersenyum
lalu bertanya:
”Adakah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?
''Belum,” jawab orang itu.
”Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?”
”'Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah
melihatnya, dan saya membenarkan putusannya sekalipun saya belum pernah bertemu
dengannya,' kata orang Arab Badwi itu pula.
Rasulullah SAW pun berkata kepadanya: ”Wahai orang Arab! Ketahuilah aku
inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!”
Melihat Nabi di hadapannya, dia
tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.
”Tuan ini Nabi Muhammad?!
''Ya,” jawab Nabi SAW Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah
SAW. Melihat hal itu, Rasulullah SAW menarik tubuh orang Arab itu, seraya
berkata kepadanya: 'Wahai orang Arab! Janganlah berbuat serupa itu. Perbuaran itu
biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada tuannya. Ketahuilah, ALLAH
mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabur yang meminta dihormati,
atau diagungkan, tetapi demi berita gembira bagi orang yang beriman, dan
membawa berita ancaman bagi yang mengingkarinya.”
Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia
berkata: ”Ya Muhammad! Rabb As-Salam (puncak keselamatan) menyampaikan salam
kepadamu dan bersabda: Katakanlah kepada orang Arab itu, agar tidak terpesona
dengan belas kasih ALLAH. Ketahuilah bahwa ALLAH akan menghisabnya di hari
Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang
besar!”. Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi.
Orang Arab itu pula berkata: ”Demi keagungan serta kemuliaan ALLAH, jika ALLAH
membuat perhituangan atas amalan hamba, maka hamba akan membuat perhitungan
denganNYA!' kata orang Arab BAdwi itu. 'Apakah yang akan engkau perhitungkan
dengan ALLAH?' Rasulullah bertanya kepadanya. 'Jika ALLAH akan
memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa besar
maghfirahNYA,' jawab orang itu. 'Jika DIA memperhitungkan kemaksiatan hamba,
maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunanNYA. Jika DIA
memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa
kedermawananNYA!'.
Mendengar ucapan orang Arab badui itu, maka Rasulullah SAW pun menangis
mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab BAdwi itu, air mata beliau
meleleh membasahi janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril AS turun lagi seraya
berkata: 'Ya Muhammad! Rabb As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda:
Berhentilah engkau dari menangis! Sungguh karena tangismu, penjaga Arasy lupa
dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Nah katakan kepada
temanmu itu, bahwa ALLAH tak akan menghisab dirinya, juga tak akan
memperhitungkan kemaksiatannya. ALLAH sudah mengampuni semua kesalahannya dan
ia akan menjadi temanmu di surga nanti!' Betapa sukanya orang Arab badui itu, apabila
mendengar berita tersebut. Ia lalu menangis karena tidak berdaya menahan
keharuan dirinya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


































