Tuesday, 26 June 2012
Fatimah Az-Zahra dan Gilingan Gandum
Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui puterinya Fathimah az-zahra rha.
Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan
menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah
SAW bertanya pada puterinya,
"Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah
SWT tidak menyebabkan matamu menangis".
Fathimah rha. berkata, "Ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah
yang menyebabkanku menangis".
Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi puterinya. Fathimah rha. melanjutkan
perkataannya,
"Ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta suamiku (Saidina Ali)
mencarikan seorang jariah untuk menolongku menggiling gandum dan mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan di rumah".
Mendengar perkataan puterinya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati
penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi
mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya
"Bismillaahirrahmaanirrahiim".
Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah
SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk puterinya dengan
tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya
bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir
syair itu digilingnya.
Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, "Berhentilah berputar
dengan izin Allah SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu
penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan
segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih,
"Ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang telah menjadikan Baginda dengan
kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah Baginda menyuruh hamba menggiling
syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya.
Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang
berbunyi : (maksudnya)
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari
api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para
malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak menderhakai Allah terhadap apa yang
dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan".
Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam
neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "Bergembiralah
karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az-zahra di dalam syurga".
Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah
ia.
Rasulullah SAW bersabda kepada puterinya, "Jika Allah SWT menghendaki
wahai Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu.
Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan
dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa darjat.
Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan
anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang
digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu darjat.
”Ya Fathimah, perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum
untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah
parit. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan
menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan
mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu
orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Ya
Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah
SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.”
”Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keredhaan suami
terhadap isterinya. Jikalau suamimu tidak redha denganmu tidaklah akan aku
do'akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa redha suami itu
daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?. Ya Fathimah,
apabil seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah
para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari
seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai
sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang
yang berjihad pada jalan Allah. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia
dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila
ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa
sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman
syurga, dan Allah SWT akan mengurniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah
serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.”
”Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik
hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni
dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang
hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada
tubuhnya seribu kebaikan dan dikurniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan
umrah. Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum di hadapan suaminya maka
Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat. Ya Fathimah perempuan mana
yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk
suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit
(malaikat), "Teruskanlah 'amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan
sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang". Ya
Fathimah, perempuan mana yang meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan
memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya
minuman dari sungai-sungai syurga dan Allah SWT akan meringankan sakaratulmaut-nya,
dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga serta
Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di
atas titian Shirat".
Subscribe to:
Post Comments (Atom)































