Thursday, 28 June 2012
Mangkuk Yang Cantik, Madu dan Sehelai Rambut
Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya AbuBakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a.,
dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a., isterinya
Sayidatina Fathimah r.ha., puteri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka
madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk
madu itu dihidangkan sehelai rambut terjatuh di dalam mangkuk itu. Baginda
Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu
perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan
sehelai rambut).
Abu Bakar r.a. berkata, "Iman itu lebih cantik dari mangkuk yang
cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan
iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".
Umar r.a. berkata, "Kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik
ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu
lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Utsman r.a. berkata, "Ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik
ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan
ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
'Ali r.a. berkata, "Tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik
ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai
kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Fatimah r.ha.berkata, "Seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah
mangkuk yang cantik, wanita yang berpurdah itu lebih manis dari madu, dan
mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya
lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Rasulullah SAW berkata, "Seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal
adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan 'amal yang
baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih
sulit dari meniti sehelai rambut".
Malaikat Jibril AS berkata, "Menegakkan tiang-tiang agama itu lebih
cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu
untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai
akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Allah SWT berfirman, " Syurga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang
cantik itu, nikmat syurga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju syurga-Ku
adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Subscribe to:
Post Comments (Atom)































