Stres merupakan penyebab paling umum menstruasi tak teratur. Hormon stres, kortisol berdampak pada jumlah estrogen dan progesteron dalam tubuh. Jumlah hormon yang terlalu banyak dalam darah bisa menyebabkan perubahan siklus menstruasi.
Penyebab lain menstruasi tak teratur adalah asupan makanan dan berat badan. Konsumsi karbohidrat berlebihan dan kegemukan menjadikan tubuh memproduksi hormon tertentu yang menggeser masa ovulasi. Hal yang sama berlaku bagi perempuan yang kehilangan berat badan.
Tubuh membutuhkan energi agar terjadi menstruasi. Olahraga berlebihan dan membakar energi terlalu banyak membuat tubuh memerlukan waktu lebih banyak untuk mempersiapkan siklus menstruasi.
Minum pil KB membuat tubuh harus menyesuaikan diri selama beberapa bulan sebelum terbiasa dengan dosis hormon dalam pil KB.
Hati membantu mengatur siklus menstruasi wanita dengan metabolisme estrogen dan progesteron. Minum alkohol berlebihan dapat menyebabkan kerusakan hati dan mungkin mengganggu hormon yang berkaitan dengan siklus menstruasi.
Sebuah komplikasi yang menyebabkan terbentuknya kista pada indung telur yang mempengaruhi ovulasi. Gejala lain kondisi ini termasuk pertumbuhan rambut, berat badan, ketombe dan infertilitas. Komplikasinya termasuk endometriosis, kanker ovarium dan penyakit jantung.
Seperti halnya kehamilan, tingkat hormon tubuh pada usia akhir 40-an atau awal 50-an akan menggeser siklus menstruasi.
Penggunaan obat-obatan tertentu mempengaruhi keterlambatan masa menstruasi selama beberapa hari. Sebab, obat mempengaruhi tubuh dalam memproduksi estrogen dan progesteron.
.jpg)































