Friday, 25 May 2012
HIKMAH BERBAKTI KEPADA IBU BAPA
Selain seorang nabi, Sulaiman a.s. juga seorang raja terkenal. Atas izin
Allah dia berhasil menundukkan Ratu Balqis dengan jin Ifrit-Nya. Dia dikenal
sebagai manusia boleh berdialog dengan segala binatang. Dikisahkan, Nabi
Sulaiman sedang berkelana antara langit dan bumi hingga tiba di satu samudera
yang bergelombang besar. Untuk mencegah gelombang, ia cukup memerintahkan angin
agar tenang, dan tenang pula samudera itu.
Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan jin Ifrit menyelam ke samudera itu
sampai ke dasarnya. Di sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih
yang tanpa lubang, kubah itu diangkatnya ke atas samudera dan ditunjukkannya
kepada Nabi Sulaiman.
Melihat kubah tanpa lubang penuh permata dari dasar laut itu Nabi Sulaiman
menjadi terlalu hairan, "Kubah apakah gerangan ini?" fikirnya. Dengan
minta pertolongan Allah, Nabi Sulaiman membuka tutup kubah. Betapa terkejutnya
dia begitu melihat seorang pemuda tinggal di dalamnya.
"Siapakah engkau ini? Kelompok jin atau manusia?" tanya Nabi
Sulaiman kehairanan.
"Aku adalah manusia", jawab pemuda itu perlahan.
"Bagaimana engkau boleh memperolehi karomah semacam ini?" tanya
Nabi Sulaiman lagi. Kemudian pemuda itu menceritakan riwayatnya sampai kemudian
memperolehi karomah dari Allah boleh tinggal di dalam kubah dan berada di dasar
lautan.
Diceritakan, ibunya dulu sudah tua dan tidak berdaya sehingga dialah yang
memapah dan menggendongnya ke mana jua dia pergi. Si anak selalu berbakti kepada
orang tuanya, dan ibunya selalu mendoakan anaknya. Salah satu doanya itu,
ibunya selalu mendoakan anaknya diberi rezeki dan perasaan puas diri. Semoga
anaknya ditempatkan di suatu tempat yang tidak di dunia dan tidak pula di
langit.
"Setelah ibuku wafat aku berkeliling di atas pantai. Dalam perjalanan
aku melihat sebuah kubah terbuat dari permata. Aku mendekatinya dan terbukalah
pintu kubah itu sehingga aku masuk ke dalamnya." Tutur pemuda itu kepada
Nabi Sulaiman.
Nabi Sulaiman yang dikenali boleh berjalan di antara bumi dan langit itu
menjadi kagum terhadap pemuda itu.
"Bagaimana engkau boleh hidup di dalam kubah di dasar lautan
itu?" tanya Nabi Sulaiman ingin mengetahui lebih lanjut.
"Di dalam kubah itu sendiri, aku tidak tahu di mana berada. Di
langitkah atau di udara, tetapi Allah tetap memberi rezeki kepadaku ketika aku
tinggal di dalam kubah."
"Bagaimana Allah memberi makan kepadamu?"
"Jika aku merasa lapar, Allah menciptakan pohon di dalam kubah, dan
buahnya yang aku makan. Jika aku merasa haus maka keluarlah air yang teramat
bersih, lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu."
"Bagaimana engkau mengetahui perbedaan siang dan malam?" tanya
Nabi Sulaiman a.s yang merasa semakin hairan.
"Bila telah terbit fajar, maka kubah itu menjadi putih, dari situ aku
mengetahui kalau hari itu sudah siang. Bila matahari terbenam kubah akan
menjadi gelap dan aku mengetahui hari sudah malam." Tuturnya. Selesai
menceritakan kisahnya, pemuda itu lalu berdoa kepada Allah, maka pintu kubah
itu tertutup kembali, dan pemuda itu tetap tinggal di dalamnya. Itulah keromah
bagi seorang pemuda yang berbakti kepada kedua orang tuanya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)































